Senin, 12 Januari 2015

MENUNDUKAN PANDANGAN DARI GADIS CANTIK, ALLAH MENJODOHKAN MEREKA


Gadis Amerika Serikat itu tampak gelisah. Satu per satu penumpang lift telah keluar, dan kini tinggallah ia bersama seorang pemuda Maroko. Ia khawatir akan diganggu atau terjadi apa-apa dengannya, sebab ia akan berada cukup lama di dalam lift di gedung tinggi itu.

Telah banyak tindak kejahatan terjadi di New York.

Dan berada di lift hanya berdua dengan pemuda asing, ketakutan itu makin menggelayut. Ia memasang kewaspadaan, sembari mengamati gerak-gerik pemuda itu.

Ia hampir tiba di lantai tujuan.
Pelan-pelan perasaan khawatirnya mulai menghilang, berganti penasaran. Pasalnya, ia melihat pemuda itu tampak selalu menundukkan pandangan.
Saat keluar dari lift, gadis itu memberanikan diri bertanya.

“Apakah aku tidak cantik?”

“Bagaimana aku tahu engkau cantik atau tidak, aku tidak melihat wajahmu,”
kata pemuda itu masih dengan menundukkan pandangan.

“Mengapa engau tidak melihatku, apakah aku tidak cantik?”

“Agamaku melarangku.”

“Aku sempat berpikir engkau akan menggangguku”

“Aku takut kepada Allah”

“Agamamu yang telah melarangmu melihat wajah gadis asing, pasti juga melarangmu mengganggu kan.?”

“Ya, Islam melarang kami berbuat buruk. Termasuk mengganggu orang lain”

Sang gadis berpikir dengan cepat.
Ini adalah mutiara langka, simpulnya.
Pria seperti inilah yang dicarinya.
Pria yang baik hati, taat kepada agamanya dan pasti setia.

“Maukah engkau menikah denganku.?”

Mungkin pertanyaan itu amat tabu bagi banyak wanita Asia, tetapi gadis Amerika itu tanpa malu mengatakan kejujuran hatinya saat itu juga.

Ia tidak banyak mempertimbangkan apakah sang pemuda itu nantinya mau atau menolak.

Jika ia mau, berarti ia telah beruntung dengan langsung menanyainya.
Kalaupun tidak pemuda itu tidak mau, toh hanya mereka yang tahu dialog itu.
Tidak akan ada ruginya, tidak pula menjatuhkan harga dirinya.

“Saya muslim.   Apa agamamu?”   tanya sang pemuda.

“Saya bukan muslimah”

“Kalau begitu saya tidak bisa menikah denganmu”

“Jika aku masuk agamamu, apakah engkau mau menikah denganku?”

“Ya, insya Allah”

Gadis cantik itu kemudian bertanya bagaimana cara masuk Islam.  Dengan cepat, ia juga mempelajari Islam.
Akhirnya, gadis cantik itu menjadi mualaf dan menikah dengan pemuda Maroko tersebut.


Pemuda Maroko itu tidak menyangka, istrinya adalah seorang gadis yang kaya raya. Rupanya ia mendapatkan warisan yang sangat banyak dari orang tuanya. Kini, jadilah pemuda Maroko itu orang yang kaya raya bersama istrinya yang cantik dan shalihah.

Masya Allah…     Pemuda itu telah menghindarkan dua matanya dari hal yang dilarang Allah, maka Allah kini membalasnya dengan dua kebaikan; mendapatkan gadis itu dan menjadi orang kaya. [Disarikan dari kisah yang diceritakan ulama Mesir Syaikh Muhammad Hassan]

Jumat, 12 Desember 2014

Bocah karung pencari rizky

Akhir pekan yang cerah, seperti biasa rutinitas pagiku di akhir pekan adalah lari-lari kecil disekitar tempatku tinggalku. Kususuri jalan-jalan komplek, udara masih terasa segar di pagi hari,jalan pun masih tampak lengang, karena memang belum banyak aktivitas yang dilakukan orang-orang. Tak sengaja, pandanganku tertuju pada sesosok anak perempuan kecil, usianya sekitar 6 tahun, membawa sebuah karung besar (bahkan melebihi besar tubuhnya) yang berisi barang-barang bekas. Miris sekali aku melihatnya, "sedang apa anak sekecil itu di jalan pagi-pagi begini" itu pikirku. Segera ku keluarkan telephone genggamku dan mengaktifkan kamera, aku ambil beberapa gambar anak itu.


Bergegas aku hampiri bocah itu.

"Hai, lg ngapain de?" Ku coba menyapa dia

"Lagi nyari kak (Mungkin maksudnya nyari barang bekas)" jawabnya

Senyumnya mengembang, tak menyiratkan sedikitpun ketakutan terhadap orang yang baru ia kenal. Menandakan dia telah terbiasa dengan situasi seperti ini.

"Duduk sini, kita ngobrol sebentar ya!!" Pintaku

"Umurnya berapa de, udah sekolah belum?" Kucoba bertanya lagi

"6 tahun ka, ngga sekolah, ngga ada uang untuk beli baju sekolah." Jawabnya

"Tinggal dimana?"

Lalu dia pun menyebut salah satu daerah di dekat tempat tinggalku.

"Tinggal sama orang tua?!"

"Ngga ka, sama temen-temen!"

"Loch memang orang tua kamu kemana?"

"kalo emak, meninggal ketabrak kereta waktu pulang nyuci dari rumah orang tahun kemarin, kalo Bapak aku ngga tahu, kata emak sich pergi dari aku masih bayi!"

Masha Allah, tersentak aku mendengar ceritanya. Di usianya yang belum beranjak dewasa, Allah memberikan cobaan yang begitu berat untuk hidupnya.

"Masha Allah, yang sabar ya de!"

"Aku suka sedih kalau mikirin ka. Tapi kalo aku sedih terus. Aku ngak bisa kerja. Kalo ngak bisa kerja, aku ngak bisa makan. Kalo ngak bisa makan aku bisa sakit. Kalo sakit siapa yang ngejaga. Aku ngak punya siapa-siapa. Temen-temen harus kerja supaya bisa makan. Dan ngak mungkin, jagain aku sambil kerja. Khan ngak mungkin sambil menyelam minum teh botol, hehe." jawabnya dengan nada bercanda

"Trus kalo sakit terus aku bisa mati. Aku ngak pingin mati makanya aku kerja. Makanya aku ngak pingin sakit." Lanjutnya

Subhanallah, Perfect Answer. Tak terpikir olehku dia akan mengeluarkan jawaban seperti itu.

"Nah, kakak sendiri lagi ngapain, ko dari tadi aku lihat jalannya sambil ngelamun!" dia balik bertanya, rupanya dia juga memperhatikanku sejak tadi.

"hehe, biasa jalan-jalan aja" jawabku

"tapi ko sambil ngelamun jalannya?! yanya dia lagi

"gpp, kaka cuma lagi ada masalah sedikit!" jawabku seraya tersenyum

"Oh iya, kamu puasa?!" aku bertanya lagi padanya

"Ngga kak!"

"Kenapa?!"

"aku udah biasa kak, ngga pake bulan puasa juga aku emang udah terbiasa jarang makan, aku udah biasa laper kak, makanya ngga aneh lagi"

Hatiku merasakan kesedihan yang dia rasa, kuusap punggungnya sembari memberi dia semangat.

"Kakak juga dulu kaya kamu, emang sich ngga sampe tinggal dijalan, tapi dulu waktu kecil kaka juga pernah ngamen buat makan, nyemir sepatu buat jajan sekolah, semua kesusahan yang kita dapet jangan jadi alasan untuk kita tidak beribadah kepada Tuhan, Karena apapun rezeki yang kita dapet itu wajib disyukuri. Besok belajar puasa yaa!!"

"Iya kak Insha Allah"

Hari sudah beranjak siang, maka aku pun pamit kepada adik kecil teman baruku itu.

"Kakak pulang dulu yaa, udah siang!"

"Ia kak"

Kukeluarkan selembar uang 10rb lalu kuberikan padanya, nampak wajahnya sangat gembira menerimanya. Lalu akupun pergi, berlalu meninggalkan dia kembali beraktifitas. Tapi, argh... aku lupa menanyakan siapa namanya.

Yaa Rabb....

Hatinya mencerminkan dia ingin menjadi sukses, senyumnya mencerminkan kesyukuran telah diberi hidup, langkah kakinya mencerminkan usahanya yang takkan pernah berhenti hingga mencapai kesuksesan. Menjadi anak jalanan bukan pilihan hidupnya, tapi ketentuan hidup yang harus ia jalani.

Kamis, 11 Desember 2014

Kerja keras seumur hidup atau wirausaha


Jika anda tidak membangun mimpi anda maka seseorang akan memperkerjakan anda untuk membangun mimpi mereka.

Anda bekerja keras untuk memperkaya mereka sedangkan nasip anda sendiri tidak anda pikirkan maka dari itu marilah kita mencari terobosan untuk berwirausaha agar tidak mempunyai ketergantungan pada orang lain.

Sesama kuli saya hanya ingin kita mempunyai semangat dan mimpi yg jelas selebihnya terserah anda.

Rabu, 10 Desember 2014

Transfer uang ke indonesia melalui ATM Bank Al-ahli



Lebih mantab melalui Bank Al-ahli.

1-Penukaran/Crus Real ke Rupiah yg lbih bagus.
2-Tanpa harus antri berjam2 cukup transfer ke indonesia melalui ATM terdekat.
3-Tanpa kena potongan biaya penerimaan tidak seperti di Bank Injaz yang jika ngirim ke Bank BNI kena potongan biaya penerimaan sebesar Rp.30.000 Rupiah.

Sesama TKI saya hanya ingin berbagi info selebihnya terserah anda.